Pendidikan Budak !

Terima kasih untuk masih tetap bersamaku. Istiqomah 
Terasa terasing, serba nanggung, gak enakan, takut kecewa dan mengecewakan, was-was dan penuh kehati-hatian dalam meniti langkah kaki mengaruhi samudra kehinaan didunia ini untuk menuju ridho-Nya. Mungkin sederet perasaan itu yang membuatku merasa terasing. Terasing didunia ini namun penduduk langit bersamaku dan senantiasa menyemangatiku untuk tetap terikat dengan hukum sang pencipta.
Sedikit berbagi tentang kisah sedihku (bagi mereka penikmat dunia) namun kisah yang hebat (bagi mereka yang perindu ridho Allah SWT)…. Yah, ini bukan kisah sedih, namun sesuatu yang hebat untuk kuabadikan lewat tulisan. Dimana aku bisa sedikit demi sedikit berusaha untuk bersegera jika mengetahui hukum dari suatu perbuatan, tak bermaksud Ri’a, but ini sebagai sebuah motivasi bagi kalian yang dihadapkan oleh sesuatu yang serupa…
Mata kuliah yang satu ini membuatku sedikit kebingungan, kurang sedikit saja kadar keimananku bisa-bisa aku melepaskan diri dari syari’at agamaku. Pernah aku meronta tak menerima saat mengetahui hukum dari aktivitas ini tapi aku tak mau menjadi salah seorang yang dibenci oleh penduduk langit dan bumi beserta penciptanya karena telah menyesal mengetahui suatu kebenaran. Tak bisakah nanti saja setelah ini berlalu baru aku mengetahuinya, ah.. sudahlah, dengan ini keimananku diuji. Aku patut bersyukur. Meski mengecewakan beberapa orang tapi apalah arti kekecewaan mereka dibanding murka sang pencipta pada ciptaannya. Mereka yang acuh terhadap suatu kebenaran menganggap dosa itu sebagai sesuatu yang kecil, padahal dosa bisa membuatku menyesal diakhirat kelak.
Oh lupa, mata kuliah yang dimaksud adalah “Studio Seni Musik”, setiap mahasiswa PGSD yang telah berada dianak tangga semester 3 dihadapkan dengan mata kuliah ini, dikelas saya sendiri ada 7 orang yang saya anggap paham islam dan tengah belajar islam dan sudah pasti telah berkomitmen untuk terikat dengan hukum syara’. Herannya, diantara 37 pasang otak yang mengaku beragama islam, mengapa hanya segelintir saja yang mau terikat dengan aturan islam. Padahal mereka mengaku kaum intelek, lah?.Krisis identitas. Tidak, mereka korban kejamnya sistem, mereka butuh pencerahan, dengan dakwah !!!!!
Sebenarnya musik tidaklah haram, tetapi mubah. Bisa saja main musik akan tetapi musik yang syar’i yakni tidak campur baur dan musik yang dimainkan tidak mengandung unsur membangkitkan syahwat, yahh.. musik dengan lagu cinta jahiliyah dan sejenisnya. Itu adalah pengetahuan awalku tentang hukum musik dan itu memang benar adanya. Namun jika dikaitkan dengan mata kuliah Studio musik yang mengharuskan mahasiswa untuk menampilkan pementasan musik perkelompok dimana dalam kelompok tersebut terdiri dari perempuan dan laki-laki, ini sudah jelas campur baur, pendapat awalku tentang hal ini yakni “Intraksi dengan lawan jenis dalam hal pendidikan diperbolehkan” namun setelah dipertanyakan secara mendetail ternyata musik tidak masuk dalam pendidikan, dalam islam seni bukanlah pendidikan melainkan hiburan. Disamping itu seorang wanita tidaklah diperkenankan tampil didepan umum selain dalam hal pendidikan, muamalah dan menyampaikan kebenaran apalagi sudah campur baur dan juga disaksikan oleh non muhrimnya. Intinya musik tidak termasuk dalam pendidikan, adapun pada zaman Rasulullah saw orang yang bermain musik di depan umum hanyalah budak.. Budak !!!! oh ini sungguh menyayat hati , herannya mengapa seni semacam itu dimasukkan kedalam list mata kuliah di jurusanku?? Terlebih lagi semua itu aku ketahui setelah latihan selama 2 bulan dan hari pementasannya tinggal menghitung hari. Dilema? Sudah pasti. Namun saya sudah berkomitmen untuk terikat dengan hukum syara’. Selain itu kekecewaan sudah pasti dirasakan oleh teman kelompokku yang sudah latihan dari lama, namun saya bersama seorang akhwat pun mengacaukannya. Sebenarnya bukan hal itu yang menjadi fokus pikiranku akan tetapi mengapa mereka yang telah mengetahui sebuah kebenaran justru tidak bersegera untuk tidak melakukan aktivitas yang dilarang itu. Yah, memang benar.. yang membedakan seseorang hanyalah ketakwaannya…. yang pasti saya lebih memilih taat kepada peraturan Allah dari pada dosen. Mengecewakan teman kelompok dalam hal ini tidak kusesali karena aku lebih takut mengecewakan penciptaku, bukankah itu juga pencipta mereka???.
Ah,sudahlah.. entah nanti nilaiku error atau apalah, yang pasti ini cukup melegakan 
“hmmm.. Pendidikan Budak!” Gunamku.
Pendidikan yang menghasilkan manusia yang siap jadi budak kapitalisme. Hanya segelintir orang saja yang paham dan mau berpikir tentang hal ini, mereka hanya gencar menyelesaikan masalah dipermukaan tanpa mempedulikan akar permasalahannya. Yah, akar masalahnya adalah sistem pendidikan kita… !!!!! Sesungguhnya manusia yang berkualitas hanya dapat dihasilkan oleh pendidikan yang berbasis Islam (bukan sekolah-sekolah islam sekarang ini yang hanya berlabel sekolah islam) namun yang saya maksud adalah sekolah yang menerapkan islam secara menyeluruh disegala aspek pendidikannya. Dan semua itu dapat terwujud jika sistem pendidikan kita dibenahi, bukan dengan berganti kurikulum setiap tahunnya yang justru membuat pendidikan kita kehilangan arah dan tujuan.
Selamatkan pendidikan dengan Khilfah !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s