Ikut-ikutan budaya kafir kelak akan diusir dari telaga nabi

0

Dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ
“Pasti kamu akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kalian sejengkal-demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sampai jika mereka itu masuk ke lubang biawak (lubang sangat sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Sebagian ulama menyebutkan, bahwa ikut-ikutan umat kepada Yahudi dan Nasrani dalam masalah keagamaan. Sedangkan ikut-ikutan kepada Persia dan Romani dalam urusan keduniaan, seperti politik, ekonomi, kehidupan sosial, dan lainnya.
Fenomena umat yang gemar berimitasi dan membebek kepada orang kafir tidak lepas dari hilangnya jati diri keislaman mereka dan lemahnya kebanggaan terhadap agamanya. Ini disebabkan karena lemahnya umat dan keterbelakangan negara-negara muslim dalam bidang ekonomi dan social. Di sisi lain, kondisi negara-negara kafir yang maju dalam berbagai bidang membuat mereka silau.

. . . umat yang menyimpang dari kebenaran Islam, merubah dan menyimpangkannya lalu membenarkan yang batil dan mengikutinya adalah akan diusir dari telaga Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam nanti di akhirat. . .

[PurWD/voa-islam.com]

Akibat Buruk Ikut-ikutan Budaya Kafir
Akibat buruk yang menimpa umat yang menyimpang dari kebenaran Islam, merubah dan menyimpangkannya lalu membenarkan yang batil dan mengikutinya adalah akan diusir dari telaga Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam nanti di akhirat. Yaitu saat orang-orang yang istiqamah minum darinya untuk menghilangkan dahaga mereka yang sangat. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ فَمَنْ وَرَدَهُ شَرِبَ مِنْهُ وَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ لَمْ يَظْمَأْ بَعْدَهُ أَبَدًا لَيَرِدُ عَلَيَّ أَقْوَامٌ أَعْرِفُهُمْ وَيَعْرِفُونِي ثُمَّ يُحَالُ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ قَالَ إِنَّهُمْ مِنِّي فَيُقَالُ إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا بَدَّلُوا بَعْدَكَ فَأَقُولُ سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ بَدَّلَ بَعْدِي
“Aku adalah pendahulu kalian menuju telaga. Siapa saja yang melewatinya, pasti akan meminumnya. Dan barangsiapa meminumnya, niscaya tidak akan haus selamanya. Nanti akan lewat beberapa orang yang melewati diriku, aku mengenali mereka dan mereka mengenaliku, namun mereka terhalangi menemui diriku.” Beliau melanjutkan, “Sesungguhnya mereka termasuk umatku.” Maka dikatakan, “Sesungguhnya kamu tidak mengetahui perkara yang telah mereka rubah sepeninggalmu.” Kemudian aku (Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam) bersabda: “jauhlah, jauhlah! bagi orang yang merubah (ajaran agama) sesudahku.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Fenomena merubah agama dan meninggalkan agama Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah mengikuti musuh-musuh Allah Ta’ala dalam perkara besar dan kecil. Lebih parah hal ini diberi slogan atas nama modernitas dan kemajuan, kebudayaan dan peradaban, atas nama HAM dan persaudaraan, dan slogan-slogan menipu lainnya.
Umat Islam yang masih lurus dan memiliki kecintaan tinggi kepada agamanya berusaha menetralisir racun yang sudah menyebar di tubuh umat. Mereka memberikan pencerahan dan penyadaran. Harapannya, umat sadar dan tahu akan kekeliruannya. Supaya mereka kembali kepada ajaran agamanya dan manjauhkan diri dari tradisi dan budaya kafir, khususnya yang memiliki hubungan dengan ritual keagamaan mereka, seperti perayaan tahun baru dan semisalnya.

Haluan

0

Detik-detik menjelang 6 Oktober 2013 (11.43 PM)

Sikuning bundar berisi udara itu mengangguk tersenyum kepadaku setelah seharian ia diterbangkan oleh angin, Ia memberikan kesenangan tersendiri bagi siapapun jiwa polos yang memilikinya atau bahkan melihatnya saja. Namun tidak bagiku. Sekarang. Namun dulu juga demikian, tapi buka itu yang ingin disampaikan penaku dipertengahan malam dalam serangan kantuk yang tiada ampun. Ini hanya sekedar ambisiku… Disaat aku mengubah arah perahu kertasku bergayuhkan pena menuju kesebuah pulau harapanku..

Saat kumengubah arah hidupku disaat itu pula hidupku mulai keluar dari segala zona yang menjebak, saya sering teringat mantra yang seseorang (bukan dukun:D) sugestikan padaku waktu resmi menjadi mahasiswa baru “Keluarlah dari zona nyamanmu” sampai saat ini mantra itu masih sering kugunakan untuk melawan sihir-sihir jahat yang sering dilemparkan padaku melalui bisikan-bisikan terkutuk. Tapi jujur sekarang rasanya mantra itu tidak sesakti dulu lagi, entah karena telah tergilas oleh zaman, tersalip oleh mantra2 yang baru, atau kekuatan sihir yang akhir-akhir ini menyerangku semakin kuat?.Yahh..kira-kira itulah sederet alasan yang saya cukup sedikt kurang rasional :p . Namun faktor lain yang sangat tidak rasional adalah ketika mantra itu keluar dari lisan yang tak tersetujui oleh setiap persedian perasaanku, yahh hanya perasaan. Tak usah dirisaukan karena perasaan hanyalah sebuah perasaan yang harus dikendalikan bukan untuk mengendalikan atau memperbudak si empunya perasaan…

Arah hidupku yang telah berlayar melawan ombak kehidupan membuatku semakin yakin dan sadar bahwa kutemukan diriku yang sebenarnya. Setelah dulu aku bagai seekor plankton yang bergerak mengikuti aliran air kehidupan, seperti ilalang yang dipermainkan oleh hembusan angin kehidupan, namun itu dulu setelah aku belum menemukan setitik cahaya yang akan menemaniku melewati labirin kehidupan yang tak bercahaya hingga kutemukan apa tujuan hidupku, yakni Ridhomu ya Allah dengan tempat untuk bersua denganMu dan kekasihMu dan para sahabat seperjuangan yang telah aku ikuti jejaknya saat ini. Yah, sekarang ini kumantapkan hatiku untuk menjadi seorang muslimah sejati yang tidak hanya mengenal fashion dan aktivitas memburamkan dunia islam lainnya. Aku sebut diriku sebagai kunang-kunang bercahaya matahari, namun matahari yang menerangi hati setiap insane untuk melakukan perubahan dimuka bumi dengan menerapkan agama Allah disegala persedian kehidupan, bukan hanya sekedar ritual semata. Pengemban Dakwah, begitulah para aktivis dakwah menggelarkan dirinya…

Aku baru merasakan lezatnya menjadi seorang aktivis dakwah, dimana setelah berjuang menyampaikan dan mengajak kepada kebenaran disamping itu kepribadian kita pun harus sesuai dengan apa yang kita dakwahi, dengan menyantap beberapa ilmu islam sebagai asupan untuk dakwah namun rasa kenyang itu tak pernah menghampiri, maka dari itu belajar dan terus belajar … tapi dibalik itu puing-puing ketakwaan selalu bertambah dengan dakwah sebagai tiket untuk melewati pintu untuk memasuki Surga-Mu.. Tak bermaksud sombong atau sejenisnya namun saya hanya ingin mengungkapkan kenikmatan tersendiri sebagai seorang pengemban dakwah agar tak ada yang ragu untuk menjadi seorang pengemban dakwah, karena sesungguhnya kewajiban untuk menyampaikan kebenaran bukan hanya mereka para penasehat agama, ustadz/ah but seluruh manusia yang mengakui Muhammad SAW sebagai rasulnya, Al-Quran sebagai pedomannya, Islam sebagai kepercayaannya dan yang paling utama Allah SWT adalah Tuhannya….

Ingat.. kalo hukumnya wajib, berdosa kalo gak dikerjakan 

Ibaratkan sebuah rumah, untuk memasukinya kita harus melewati taman/halamannya dulu sebelum memasukinya, sama halnya dengan Surga untuk memasukinya sempatkanlah diri anda untuk mampir ditaman-taman surga yakni majelis ilmu. Menuntut ilmu islam, bergabung dengan kelompok yang memperjuangkan agama Allah untuk memperkuat barisan dakwah untuk menghancurkan pemikiran-pemikiran yang mendustakan agama Allah…

Yukk Belajar Islam

Keterikatan Hukum Syara’

0

Terkadang.. bahkan kadang-kadang dalam menjalani hidup seseorang berlomba-lomba mengumpulkan pahala dengan perbuatan kebaikan/ibadah, tanpa mengetahui apakah ibadahnya diterima atau tidak. Ihsanul amal( amal yang baik) merupakan amalan yang InsyaAllah diterima oleh Allah SWT. setidaknya ada dua syarat agar amal kita diterima Allah SWT. syarat yang harus dipenuhi yaitu :
1. niatnya benar, ikhlas karena Allah semata
2. caranya benar, tidak melanggar sayriah islam
jika salah satu dari kedua syarat ini tidak terpenuhi maka merupakan pertanda amal kita tidak diterima. ihsanul amal ini didasarkan pada perbuatan Rasulullah saw. Rasulullah tidak pernah mengajarkan kepada kita untuk berniat bukan kepada selain Allah dan beribadah tidak sesuai dengan tuntunan syariah islam. untuk memperdalam pemahaman sebaiknya kita simak uraian dibawah ini.
Niat benar, cara salah
seseorang ingin bersedekah dengan niat untuk mendapat ridha Allah SAT (niat benar )namun bersedeka dengan harta curian (cara salah) . kalau kita perhatikan lebih jauh bersedekah niatnya benar karena Allah. Allah menganjurkan bagi hambanya untuk bersedekahdalam firman-Nya :
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. (QS. Ali Imran: 133-134)
namun bersedekah dengan harta yang diPeroleh dari hasil curian dalam islam tidak diperbolehkan dalam firman_Nya :
Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,” (al-Maaidah: 38).
jadi, jika niat benar dan cara salah maka ibadah kita tidak akan diterima.

Niat benar, cara salah
sangat benar sekali jika seseorang shalat asyar empat rakaat (caranya benar) namun ternyata niat orang itu bukan karena Allah tapi karena ingin dilihat sebagai seorang yang ahli ibadah atau ingin dikatakan sebagai seorang yang taat (Niatnya salah) maka ibadah yang seperti ini juga tidak diterima
Niat benar, cara benar
seseorang yang ingin berpuasa dibulan ramadahan dengan niat untuk menjalankan perintah Allah (niat benar. sebagaimana dalam firman_Nya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS Al-Baqoroh (2):183)
dan dia pun berpuasa dengan ketentuan yang telah diberikan (cara benar). tidak makan dan minum dan hal-hal yang membatalkan puasa, berpuasa mulai terbit fajar (subuh) sampai matahari terbenam waktu maghrib)

Al-Quran Pedoman Hidup

0

Al-Quran adalah pedoman hidup umat islam, yah Al-Quran pedoman hidupku. Begitu mudah terucap oleh lisan setiap insan yang mengaku beragama islam namun pengaplikasian dari pengakuannya tidaklah nampak. Tidak sedikit umat islam yang hanya menjadikan alquran sebagai pajangan yang dibaca sekali-kali bahkan tidak pernah. Adapula yang rutin setiap hati membacanya namun sama sekali tidak mengetahui maknanya, bahkan ada yang tahu betul makna setiap ayat yang dikandung dalam alquran namun tidak menjadikan alquran sebagai panduan hidunya. Sejatinya manusia, baik yang beragama maupun diluar islam yang hidup namun tidak menjadikan alquran dan As-sunnah sebagai pedomannya dalam segala aspek kehidupannya baik itu dalam berpakaian, pendidikan, ekonomi, berintraksi sosial dan sebagainya maka sesungguhnya mereka hidup di zaman kegelapan, yah.. mereka masih gelap karena tidak adanya cahaya. Bisa kita bayangkan jika hidup didunia ini tanpa adanya cahaya, pasti gelap gulita, penghuni bumi akan tersesat dan celaka karena tak mampu melihat apa yang disekelilingnya. Sama halnya jika tidak menjadikan alquran sebagai pedoman dalam hidup karena alquran merupakan cahaya dan petunjuk, sesungguhnya Allah SWT yang menciptakan kita jauh lebih tahu semua yang terbaik untuk kita, bukankah pencipta itu pasti mengetahui semua tentang ciptaannya. Semua peraturanNya dituangkan dala Alquran dan Assunah yang pasti akan menyelamatkan manusia.
Potret buram umat Islam diera moderen ini, kebanyakan hanya menjadikan Islam sebagai agama ritual semata yang hanya ada di mesjid dan acara pengajian saja, sempit sekali mereka memandang Islam, jika memang seperti itu adanya apa bedanya Islam dengan agama lain? Mengapa mereka memilih Islam sebagai agama? Apakah keislamannya muncul karena faktor keturunan dan ketentraman jiwa tanpa adanya kesadaran bahwa islamlah agama yang benar. Alquran menjawab semua kekhawatiran umat manusia, maka jangan pernah ragu untuk melakukan suatu kebaikan, karena ketika kita ingin melakukan suatu kebaikan, maka syetan pun dengan gencarmu mulai berbisik tentang kewaspadaan. Misalnya, ketika kita melihat seseorang bermaksiat, pacaran, berpakaian tidak syar’i maka jangan ragu untuk menasehati karena kewaspadaan, keragu-raguan, ketidakenakan, malu, takut dan sebagainya adalah bisikan syetan yang bisa menghalangi kita dan menyurutkan langkah kita untuk menasehati saudara(i) kita.
Rasulullah saw. Bersabda :
Orang yang terbaik diantara kalian adalah orang yang mempelajari al-Quran dan mengajarkannya. (HR. Al-Bukhari dari Utsman bin Affan r.a)

Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan akan diabalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan bahwa “Alif lam mim” adalah satu huruf. Akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim juga satu huruf. (HR. At-Tirmidzi dari Abdullah bin Mas’ud dan hadits ini shalih)

Orang yang mahir dengan al-Quran akan bersama-sama dengan rombongan malaikat yang mulia dan senantiasa berbuat baik. Dan orang yang membaca Alquran tapi tebata-bata dan sangat berat baginya, ia akan mendapatkan dua pahala. (HR. Muslim dari Aisyah, Ummul Mukminin. r.a)
Demikian telah dipaparkan tentang keutamaan Alquran, dan orang yang mahir membaca alquran maka ia adalah temannya malaikat dan senantiasa berbuat baik. Dan orang yang tidak menghafal satupun ayat dalam Alquran maka ia di ibaratkan sebagai rumah yang akan roboh. Orang seperti ini tidak bisa dijadikan sebagai teman curhat atau pemberi solusi dan pelindung, sebagaimana rumah yang akan roboh tidak akan bisa melindungi penghuninya malah justru akan menambah ketakutan bagi penghuninya. Selain membaca al-quran tentu kita harus mengamalkannya karena sejatinya orang yang mengamalkan alquran jauh lebih besar pahalanya dari pada hanya sekedar membacanya. Diakhirat kelak Alquran akan senantiasa menjadi pembela maka dari itu bacalah Al-quran. Tempat kita diakhirat kelak ditentukan oleh banyak bacaan Alquran kita.
Al-Quran adalah kitab yang menjadi pembela dan bisa diminta pembelaan, ia adalah kitab yang mahir dan mushaddaq. Siapa saja yang menjadikan al-quran ada didepannya, maka ia akan menuntunnya kesurga. Tapi siapa saja yang menjadikan Al-Quran dibelakangnya, maka ia akan mengiringinya ke neraka.

Arah Perjuanganku, Syariah dan Khilafah

0

3 Maret 1924 oleh kemal Attartuk khilafah dibubarkan, atas nama Dewan Agung Nasional Turki agen Inggris keturunan yahudi ini mengubah turki menjadi republik dengan asas sekularisme. Khilafah dibubarkannya karena dianggap diktator, korup dan berbagai tuduhan keji lainnya, selain itu ia menganggap hukum syariah kuno dan tidak manusiawi. Padahal islamlah yang membuat turki dulunya sejahtra. Hingga sekarang bangsa-bangsa didunia tidak ada yang menganut sistem islam, kapitalisme telah mencapai puncak keemasan yang senantiasa melahap habis keringat rakyat untuk memperkaya mereka yang bersekutu dengannya. Negeri-negeri hunian umat muslim kini terpecah belah dengan ditanamkannya paham nasionalisme dan puluhan negara masih menjadi negara jajahan bangsa barat. Berkat sistem kapitalisme muslim diberbagai negeri ditindas, dianiaya bahkan dibantai, kemiskinan merajalela, kebobrokan akhlak generasi penerus bangsa dan masalah ekonomi, pendidikan dan masih banyak lagi ulah sistem kapitalisme yang merupakan induk dari sekularisme. Inilah akibat dari runtuhnya khilafah, adapun khilafah yang senantiasa akan menjamin keamanan rakyat dan menjaga keutuhan dari kesatuan negeri-negeri islam, hal ini pernah dicontohkan oleh rasul dalam posisinya sebagai kepala negara didaulah Islam di Madinah.
Khilafah Islam terbukti telah berhasil menyatukan umat manusia dari berbagai ras, suku, bangsa, warna kulit dan latar belakang agama dalam satu naungan daulah, sehingga terciptanya kesejahtraan. Semua yang dijanjikan oleh sistem kapitalisme sejatinya dapat dicapai dengan sistem Islam. Jadi, mengapa tidak untuk kita berjuang untuk menegakkannya kembali, mengibarkan panji-panji Allah swt di seluruh penjuru dunia.
Perjuanganku untuk mengembalikan kehidupan Islam dengan syariah dan khilafah !

Pendidikan Budak !

0

Terima kasih untuk masih tetap bersamaku. Istiqomah 
Terasa terasing, serba nanggung, gak enakan, takut kecewa dan mengecewakan, was-was dan penuh kehati-hatian dalam meniti langkah kaki mengaruhi samudra kehinaan didunia ini untuk menuju ridho-Nya. Mungkin sederet perasaan itu yang membuatku merasa terasing. Terasing didunia ini namun penduduk langit bersamaku dan senantiasa menyemangatiku untuk tetap terikat dengan hukum sang pencipta.
Sedikit berbagi tentang kisah sedihku (bagi mereka penikmat dunia) namun kisah yang hebat (bagi mereka yang perindu ridho Allah SWT)…. Yah, ini bukan kisah sedih, namun sesuatu yang hebat untuk kuabadikan lewat tulisan. Dimana aku bisa sedikit demi sedikit berusaha untuk bersegera jika mengetahui hukum dari suatu perbuatan, tak bermaksud Ri’a, but ini sebagai sebuah motivasi bagi kalian yang dihadapkan oleh sesuatu yang serupa…
Mata kuliah yang satu ini membuatku sedikit kebingungan, kurang sedikit saja kadar keimananku bisa-bisa aku melepaskan diri dari syari’at agamaku. Pernah aku meronta tak menerima saat mengetahui hukum dari aktivitas ini tapi aku tak mau menjadi salah seorang yang dibenci oleh penduduk langit dan bumi beserta penciptanya karena telah menyesal mengetahui suatu kebenaran. Tak bisakah nanti saja setelah ini berlalu baru aku mengetahuinya, ah.. sudahlah, dengan ini keimananku diuji. Aku patut bersyukur. Meski mengecewakan beberapa orang tapi apalah arti kekecewaan mereka dibanding murka sang pencipta pada ciptaannya. Mereka yang acuh terhadap suatu kebenaran menganggap dosa itu sebagai sesuatu yang kecil, padahal dosa bisa membuatku menyesal diakhirat kelak.
Oh lupa, mata kuliah yang dimaksud adalah “Studio Seni Musik”, setiap mahasiswa PGSD yang telah berada dianak tangga semester 3 dihadapkan dengan mata kuliah ini, dikelas saya sendiri ada 7 orang yang saya anggap paham islam dan tengah belajar islam dan sudah pasti telah berkomitmen untuk terikat dengan hukum syara’. Herannya, diantara 37 pasang otak yang mengaku beragama islam, mengapa hanya segelintir saja yang mau terikat dengan aturan islam. Padahal mereka mengaku kaum intelek, lah?.Krisis identitas. Tidak, mereka korban kejamnya sistem, mereka butuh pencerahan, dengan dakwah !!!!!
Sebenarnya musik tidaklah haram, tetapi mubah. Bisa saja main musik akan tetapi musik yang syar’i yakni tidak campur baur dan musik yang dimainkan tidak mengandung unsur membangkitkan syahwat, yahh.. musik dengan lagu cinta jahiliyah dan sejenisnya. Itu adalah pengetahuan awalku tentang hukum musik dan itu memang benar adanya. Namun jika dikaitkan dengan mata kuliah Studio musik yang mengharuskan mahasiswa untuk menampilkan pementasan musik perkelompok dimana dalam kelompok tersebut terdiri dari perempuan dan laki-laki, ini sudah jelas campur baur, pendapat awalku tentang hal ini yakni “Intraksi dengan lawan jenis dalam hal pendidikan diperbolehkan” namun setelah dipertanyakan secara mendetail ternyata musik tidak masuk dalam pendidikan, dalam islam seni bukanlah pendidikan melainkan hiburan. Disamping itu seorang wanita tidaklah diperkenankan tampil didepan umum selain dalam hal pendidikan, muamalah dan menyampaikan kebenaran apalagi sudah campur baur dan juga disaksikan oleh non muhrimnya. Intinya musik tidak termasuk dalam pendidikan, adapun pada zaman Rasulullah saw orang yang bermain musik di depan umum hanyalah budak.. Budak !!!! oh ini sungguh menyayat hati , herannya mengapa seni semacam itu dimasukkan kedalam list mata kuliah di jurusanku?? Terlebih lagi semua itu aku ketahui setelah latihan selama 2 bulan dan hari pementasannya tinggal menghitung hari. Dilema? Sudah pasti. Namun saya sudah berkomitmen untuk terikat dengan hukum syara’. Selain itu kekecewaan sudah pasti dirasakan oleh teman kelompokku yang sudah latihan dari lama, namun saya bersama seorang akhwat pun mengacaukannya. Sebenarnya bukan hal itu yang menjadi fokus pikiranku akan tetapi mengapa mereka yang telah mengetahui sebuah kebenaran justru tidak bersegera untuk tidak melakukan aktivitas yang dilarang itu. Yah, memang benar.. yang membedakan seseorang hanyalah ketakwaannya…. yang pasti saya lebih memilih taat kepada peraturan Allah dari pada dosen. Mengecewakan teman kelompok dalam hal ini tidak kusesali karena aku lebih takut mengecewakan penciptaku, bukankah itu juga pencipta mereka???.
Ah,sudahlah.. entah nanti nilaiku error atau apalah, yang pasti ini cukup melegakan 
“hmmm.. Pendidikan Budak!” Gunamku.
Pendidikan yang menghasilkan manusia yang siap jadi budak kapitalisme. Hanya segelintir orang saja yang paham dan mau berpikir tentang hal ini, mereka hanya gencar menyelesaikan masalah dipermukaan tanpa mempedulikan akar permasalahannya. Yah, akar masalahnya adalah sistem pendidikan kita… !!!!! Sesungguhnya manusia yang berkualitas hanya dapat dihasilkan oleh pendidikan yang berbasis Islam (bukan sekolah-sekolah islam sekarang ini yang hanya berlabel sekolah islam) namun yang saya maksud adalah sekolah yang menerapkan islam secara menyeluruh disegala aspek pendidikannya. Dan semua itu dapat terwujud jika sistem pendidikan kita dibenahi, bukan dengan berganti kurikulum setiap tahunnya yang justru membuat pendidikan kita kehilangan arah dan tujuan.
Selamatkan pendidikan dengan Khilfah !