Kuberharap hujan turun disujud sepertiga malamku….

Mendung. Kenapa tak hujan saja? tidak. Jangan hujan. Biarkan aku menahannya, agar hujan itu tak turun saat ini. Aku tak berbicara masalah ciaca hari ini. Ini tentang suasana hati yang kembali ingin diukirkan oleh penaku.
Butuh kesejukan hujan untuk membasahi segenap hati yang gersang. Gersang karena terik kehilangan. Hilang yang mendatangkan sebuah kekecewaan. Aku kecewa namun dipihak lain lebih dari itu. Salah? jelas aku. Tapi aku punya alasan untuk itu. Aku selalu berpikir,kapan aku bisa berubah dalam hal ini. Aku selalu mengganggap ini adalah hukuman bagiku. Tapi sama saja ini seperti hukuman diera demokrasi ini. Tidak ada efek jeranya. Namun akan kuciptakan kejerahan itu untukku. Hanya itu…
Sudut batin yang membatin disudut ruang yang menyaksikan segala sesuatu yang kulakukan setiap harinya selepas menjalani aktivitas diluar sana.
Maka dari itu kuminta agar mendung ini tak menjatuhkan hujan untuk meluapkan segala kepenatan sang terik yang menggersangkan alam. Itu hatiku. Hatiku.. mungkin juga terjadi pada hatimu. Yah, bisa jadi…Namun tak bermaksud utukk tidak meluapkannya. Maka harapku, hujan turun di sujud sepertiga malamku….
Ya.Allah, bimbinglah dakuu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s