Paduan Perjalanan menuju surga

Beriman kepada kitab suci

Setelah sebelumnya kita telah mengetahui dan membuktikan dengan akal sehat bahwa ada tuhan sang pencipta, sang pengatur pada bab sebelumnya, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana kita mengetahui siapa dia? untuk apa ia menciptakan kita, kehidupan dan alam semesta ini? serta bagaimana kita mengikuti aturan-aturanNya?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, kita perlu informasi tambahan . informasi yang bisa memuaskan akal dan menentramkan jiwa. Dan informasi yang paling memuaskan tentulah informasi yang berasal dari sang pencipta sendiri, bukan yang lain. Informasi itulah kita sebut sebagai wahyu/ firman tuhan atau yang biasa disebut kitab suci. untuk dekat dengan sang pencipta kita memerlukan kitab suci. Karena yang punya kitab suci adalah agama, maka kita membutuhkan agama untuk mendekat kepadanyal.

Dengan mengamati alam semesta, seseorang hanya bisa tahu bahwa ada sang pencipta. Mengamati terbit dan terbenamnya matahari dengan teratur dan mengamati semua keteraturan yang ada disekitar kita membuktikan bahwa adanya tuhan yang maha pengatur. bahkan mengamati alam semesta secara detail, manusia tetap saja belum bisa menjawab siapa nama sang pencipta itu.

Beriman Kepada Utusan (Rosul) Allah

Allah Swt menciptakan manusia di sertai dengan petunjuk dan aturan-aturan kehidupan yang tertuang dalam Al-Qura’an. Bagaimana cara menyembahNya, Petunjuk bagaimana kita menjalani hidup di dunia dan sebagainya untuk menyampaikannya diperlukan perantara yang bersal dari golongan manusia itu sendiri supaya memudahkan untuk di ikuti. Maka dari itu Allah Swt mengutus seorang rasul dari kalangan manusia untuk menyampaikan wahyu dari Allah SWT. Bayangkan saja jika rasul yang ditugaskan oleh Allah SWT adalah malaikat, manusia akan kesulitan mencontohi malaikat menjalankan aturan-aturan yang terkandung dalam wahyuNya, padahal melihatnya saja manusia tidak bisa. Selain itu, sungguh aneh jika aturan-aturanNya untuk manusia tapi utusannya selain manusia.

Nah, apa buktinya kalau nabi Muhammad itu adalah rasul? Flashback kembali alur pembuktian iman kita dari awal tentang “ Pembuktian bahwa tuhan itu ada, meyakini bahwa Tuhan menurunkan wahyu berupa Al-Qur’an serta pembuktian tentang kebenaran Al-Qur’an“. Pertanyaannya “ Siapa yang membawa Al-Qur’an tersebut?” jelas Rosul Allah SWT. Karena kita telah membuktikan kebenaran Alquran (Isi yang terkandung di dalamnya) tentu kita juga percaya dan meyakini bahwa Nabi Muhammad adalah rosul utusan Allah SWT. Nabi Muhammad adalah Rasul utusan umat manusia diakhir zaman ini, itu artinya tidak ada lagi rasul setelahnya. Seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an “ Muhammad itu sekali-kali bukanah bapak dari seorang laki-laki diantara kamu, tetapi dia adalah rasulullah dan penutup nabi-nabi. dan adalah Allah maha Mengetahui segala sesuatu”. (QS. Al-Ahzab; 40)

Lalu bagaimana dengan keimanan-keimanan yang lain, seperti iman kepada hari akhir, qadla’ dan qadar? cukuplah ambil sumbernya dari Al-Qur-an. Semua yang bersumber dari Al-Qur-an sudah pasti benar.

Keimanan yang pasti tanpa keraguan sedikitpun disebut Aqidah Islam.

Sedikit pertanyan khusus bagi anda yang meyakini kitab suci selain al-Qur’an, Apakah anda bisa membuktikan bahwa kitab suci anda benar-benar wahyu tuhan? lalu, bagaimana anda membuktikan bahwa nabi (orang bijak) yang anda ikuti benar-benar utusan (rasul) Allah? * Sekedar bertanya*

Islam jalan Hidupnya

Islam adalah satu-satunya ajaran kehidupan yang dianut melalui pembuktian secara akal sehat, bukan doktrin yang dipaksakan. islam juga memberi solusi dari seluruh permasalahan kehidupan lainnya. Aqidah Islam adalah tentang apa yang harus diimani dan dikufuri oleh seorang muslim, sedangkan syariat islam adalah tentang apa yang harus di Imani dan di kufuri oleh seorang muslim. syariat islam berisi tentang peraturan seluruh sisi kehidupan. ritual ibadah dalam islam hanyalah sebagian kecil ajaran islam. Islam bukanlah sekedar agama yang hanya mengatur hubungan manusia dengan tuhannya namun juha mengatur hubungan manusia dengan sesame dan manusia dengan dirinya sendiri. Oleh karena itu Agama yanga di ridhoi oleh Allah SWT hanyalah agama islam. Sebagaimana dalam firmannya

“Sesungguhnya agama yang diterima di sisi Allah hanyalah Islam”. (QS. Ali Imram;19)

“Barang siapa mencari agama selain Islam, sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu). Dan di akhirat kelak dia termasuk orang-orang yang merugi”. (QS.Ali Imram;85)

Dalam kehidupan sehari-hari, Aktivitas kehidupan manusia pasti berhubungan erat dengan 3 hal ini. yaitu Ibadah, Akhlak dan mu’amalah. konsekuensi dari beraqidah islam adalah terikat dengan syariat islam. Ada aqidah, ada syariat. Ada iman dan amal sholeh.Seorang muslim harus belajar tentang agamanya supaya tahu mana perbuatan ata tindakan yang hukumnya wajib, sunnah, haram, mubah, makruh. dan juga halal dan haram untuk masalah benda dan dzat.

Allah SWT berfirman;
“wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu semuanya kedalam Islam secara kaaffah, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya dia itu musuh yang nyata bagimu”. (QS. bal-Baqarah; 208).

bagaimanakah jalan untuk mencapai Islam kaaffah (menyeluruh) itu sesungguhnya?
Al-Qur’an memberikan jawaban kepada kita :
“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan rasulnya, dan janganlah kamu berpaling darinya, sedang kamu mendengar perintahNya”. (QS. Al-Anfaal; 20)

Beramal Sholih

Ketika kita melakukan sesuatu agar dicatat sebagai amal sholih tidak cukup dengan ikhlas saja. Suatu perbuatan disebut sebagai amal sholih jika memenuhi syrat tertentu diantaranya, ikhlas karena Allah SWT dan sesuai dengan hukum syariat.

Menciptakan Sumber-Sumber Pahala yang Terus-menerus Mengalir deras

“Barang siapa menyeru kepada petunjuk (Kebenaran dan kebaikan), maka baginya pahala seperti pahala yang didapat oleh orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan, barang siapa yang menyeru kepada kesesatan, maka baginya dosa seperti dosa yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun dosa mereka.” (HR Muslim)

“Apabila seorang anak adam meninggal, maka akan terputus amalannya kecuali tiga perkara : shadaqoh jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendo’akan kepadanya”. (HR. Muslim)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s