Setiap Titik dalam hidup

2

Ku menapaki jalan yang tak kuketahui ujungnya, bisa saja aku berhenti pada titik ini, titik yang itu bahkan titik dimana aku berada saat ini. Garis yang bervariasi mulai kulalui sejak 20 tahun silam. dulu, pikirku kuhanya harus melangkah bebas tanpa mempertimbangkan suatu tujuan karena garis ini aku menuntunku sendiri kearah tujuan hidupku yang memang telah direncanakan olehNya. Pernah kumengubah arah haluan hidupku, mereka berkata “Ia berhenti” kalian berkata “Ia mundur ketitik sebelumnya”. Namun bukankankah mustahil jika dalam hidup kita bisa mundur ketitik sebelumnya, saya rasa aroma fiksi masih ia bawa hingga di kehidupan nyatanya. Mereka yang berkata berhenti mungkin memandang penuh kepayahan pada diriku, namun sebenarnya pada saat itu aku benar-benar menemukan titik terang dari garis kehidupanku menuju tujuan utama hidupku. Yah, SurgaMu.
Heran, tatapan kepayahan belum berganti dan masih berdiri kokoh disinggasana kemenangannya. Mereka berdalih dengan sederet alasan yang tak rasional. yah, masih benar-benar tidak rasional untuk mereka yang telah hampir 4 tahun resmi menyandang gelar keramat di dunia pendidikan. mereka Mahasiswa, sama sepertiku. Apakah hatimu sudah tertutup kawan…
Sulit lisanku mengungkapkan. karena jawabannya telah kuketahui. bukannya putus asah dan malas mencoba namun jika mereka mengaku kaum intelek seperti yang mereka banggakan pastilah mereka bisa berpikir bahkan tahu akan hal ini. bodohnya, dulu pandangan mataku penuh kekaguman jika bersama mereka, lebih bodohnya lagi, pernah kubulatkan tekadku untuk menjadi seperti mereka hingga kukorbankan sesuatu yang semestinya dan tidak seharusnya kukorbankan. Perasaan? bukan.. Tapi Imanku …. Miris !!
Sudah terlalu sering kuberadu dengan perasaanku, kukorbankannya pun dia tak masalah, semua persendian fisik dan batinku lambat laun bisa menerimanya, Namun jika imanku yang kugadaikan, entah.. Aku mungkin tak sanggup menerima semua penolakan dari segala rezim pertahanan diriku..
Jadi, Apa salahku sayang ? 😀

Fanatisme di kalangan Remaja

0

Dizaman yang super kompleks ini manusia khususnya para remaja telah berhasil disuguhi oleh hal-hal yang melenakan. Sebut saja fenomena demam Halliyu yang tengah menjamur di tanah air, para remaja dengan leluasanya menunjukkan kefanatikannya terhadap bintang dari negeri gingseng tersebut. Mulai dari Musik, Fasion dan Drama menjadi objek fanatisme remaja yang umumnya dari kaum hawa, Namun khusus untuk Drama sendiri ternyata bukan hanya dari kalangan remaja saja yang menjadi penikmat setianya, namun Ibu-ibu rumah tangga pun ternyata menggilai Kdrama. waah.. Amazing banget virus Korean Wave ini..
Namun, dibalik semua ada sesuatu yang miris yakni pemaknaan fanatik oleh banyak orang, yang dengan bangganya mengatakan dirinya fans fanatik dari bintang, drama, musik tertentu tanpa mengharamkan kata fanatic terhadap agama/ keyakinan masing-masing. Mungkin ini bukanlah kalimat yang baru anda dengar “ Sudahlah, gak usah terlalu fanatik dengan agama” . What ?? Miris banget yah… ternyata selain terkena virus Korean Wave ternyata juga terserang virus sekularisme…