Kota Hilang

Kota Hilang: Sodom dan Gomora

Cerita tentang sodom termasuk cerita tertua di dunia disampin cerita-cerita tentang Firaun, bencana banjir Nuh. Kisah sodom merupakan salah satu cerita yang juga dimuat dalam kitab Al quran maupun Injil. Cerita ini menggambarkan kisah dua kota yang namanya yang identik dengan dosa, kemaksiatan, kemerosotan moral. Sodom dan Gomora. Selama bertahun-tahun, cerita tentang apa yang menimpa mereka menjadi perumpamaan tentang degradasi moral yang harus dibayar dengan harga mahal.
Mungkin penggambaran mengenai kehidupan manusia di dua kota ini sangat relevan dewasa ini, dimana manusia telah melakukan berbagai tindakan yang sangat jauh dengan hakekat mereka sebagai makhluk ciptaan yang Maha suci, bobroknya moral, seakan-akan mereka tidak memiliki batasan dalam perbuatan. Dimana Perintah-perintah dari Sang Pencipta dan norma-norma dalam kehidupan bermaysarakat sudah seakan menjadi dongeng turun temurun yang hanya sebatas mereka dengar dan mereka langgar.

Sekitar 4000 tahun yang lalu, Sodom dan Gomora juga memiliki reputasi demikian. Walau Kitab suci Al Quran tak pernah menyebutkan apa perbuatan mereka secara mendetil sehingga bisa bernasib seperti itu. Walaupun demikian, Kitab suci sangat jelas memberikan penggambaran mengenai hukuman yang mereka terima dari Sang Pencipta.

Jika cerita mengenai Sodom dan Gomora memang terjadi seperti apa yang dikisahkan di dalam Al-Quran , maka sangat mungkin terjadi di suatu lahan kosong terpencil di sebelah lautan tanpa kehidupan. Tapi, dimanakah tempat itu?

Seperti yang kita ketahui, banyak tempat yang dikisahkan didalam kitab suci sulit untuk ditentukan dimana lokasi yang sebenarnya. Contohnya didalam Kitab Taurat yang membahas tentang lima kota lembah. Sampai saat ini kita hanya bisa berspekulasi bahwa kelima kota tersebut berada disekitar laut mati.

Re: Kota Hilang : Sodom dan Gomora
jadi dimana lokasi Sodom dan Gomorrah ?

Bukti-bukti yang membenarkan muncul dari berbagai kegiatan penelitian Arkeologi, yang sudah dibukukan oleh J. Penrose Harland. Dalam Kitab Suci .kita dapat menemukan beberapa petunjuk yang akan menuntun kita pada kesimpulan bahwa Sodom dan Gomorah terletak di bagian selatan Laut Mati. Sebagian dari data-data Kitab Suci memberi petunjuk yang jelas, yaitu:

Pertama, dalam Kejadian 14:10 dikatakan bahwa perang antara empat raja melawan lima raja terjadi di Lembah Sidim yang banyak memiliki sumur aspal. Aspal memang banyak terdapat di laut Mati, khususnya di bagian selatannya.

Kedua, menurut Kejadian 19:20-23, Lot melarikan diri dari Sodom ke tempat di dekat Zoar. Sejarah mencatat bahwa dalam zaman Romawi, Byzantin dan Arab, ada sebuah kota kecil bernama Zoar (Zohar) yang letaknya diujung selatan Laut Mati. Karena tidak ada petunjuk kalau situs arkeologi ini pernah dihuni pada masa sebelum adanya kekristenan, maka dipercaya bahwa Zoar tua zaman Abraham telah terkubur di dasar Laut Mati, dan namanya telah dialihkan ke kota lain yang ada di dekatnya (Albright, Archaeology of Palestine and the Bible, hal 135). Setidak-tidaknya nama Zoar telah digunakan lagi sebagai nama suatu tempat di daerah itu.

Ketiga, Kejadian 14:3 mengatakan bahwa pertempuran antara raja-raja terjadi di “lembah Sidim, yakni Laut Asin”. Ini menunjukkan bahwa lembah Sidim itu kemudian tergenang oleh air asin atau Laut Mati tersebut. Arkeolog Yosephus menguatkan kesaksian Kitab Suci itu dengan berkata bahwa dengan lenyapnya Sodom lembah tersebut telah menjadi sebuah danau yang dinamakan “Aspalitis”, satu sebutan untuk Laut Mati. Oleh berjalannya waktu, tingginya permukaan air Laut Mati terus bertambah sampai saat ini. Dibuktikan dengan adanya sejumlah besar pohon berusia ratusan tahun ditemukan tegak berdiri di dalam air diujung selatan Laut Mati. Jalan kuno yang mengelilingi tepi selatan laut ini sudah sejak akhir dua abad lalu terbenam di bawah termasuk Sodom dan Gomorah.

Di benteng tersebut tidak ditemukan tempat tinggal yang bersifat permanen walaupun ada perkuburan dan pusat peribadatan. Tetapi situs arkeologi tersebut tidak lagi menjadi bukti pendukung setelah ditemukannya tembikar dan beberapa benda hasil kerajinan tangan yang dibuat antara tahun 2300 dan 1900 sM. Tetapi pada tahun 1959, beberapa orang pilot pesawat terbang yang melintasi daerah tersebut (area di utara El Lisan) melaporkan telah melihat suatu pemandangan yang tampaknya seperti bekas-bekas pilar, jalan-jalan, dan rumah-rumah di dasar Laut Mati. Sebagian orang kemudian berspekulasi bahwa itu adalah bekas-bekas Gomorah kuno (Chicago Sun Times, 28 Desember 1959).

source: cherubimsonline.com

Sumber : Kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s