Autobiografi

Autobiografi
Nama : Nining Amalia
Kelas : M1.3
Nim : 1247041040
No.urut : 25

Hari itu minggu, tepatnya tanggal 5 desember tahun 1993 aku terlahir didunia ini dari rahim sesosok wanita yang luar biasa hebat didampingi seorang lelaki bertubuh tampan dan kekar akan sebuah kewibawaan merekalah orang tuaku. Messiana adalah nama wanita hebat yang tidak lain ibuku, sekarang beliau juga seorang mahasiswa dan PNS dan lelaki tampan itu adalah ayahku yang bernama Sudirman, beliau adalah seorang Petani. Aku dilahirkan dirumah nenekku dikampung, solie kabupaten soppeng.

My Beloved Mom

Nining, demikianlah orang memanggil saya, nama lengkap saya sendiri adalah Nining Amalia. Saat itu saya terlahir dengan sudah mempunyai seorang kakak perempuan yang dua tahun lebih tua denganku saat ini dia kuliah disalah satu universitas negeri di Makassar, UIN Alauddin makassar semester akhir. Setelah 3 tahun kelahiranku lahirlah seorang adik laki-laki yang tampan dan lucu, aku masih ingat dengan jelas ekspresi bahagiaku saat itu waktu aku menyaksikan kelahiran adik yang kutunggu-tunggu, namanya Muhammad Iqbal sekrang umurnya sudah 16 tahun tepatnya kelas 2 SMA.
Aku mulai menginjakkan kaki didunia pendidikan di umurku yang ke 5 ditahun 1999 di Salahsatu Taman kanak-kanak didaerahku, TK Perwanida. Di umurku yang masih sangat muda itu saya sudah diajarkan mandiri oleh kedua orangtuaku saya berangkat kesekolah bersama teman2 sebayaku sedangkan yang lain diantar jemput oleh orangtua mereka. Jujur, tidak ada perasaan rasa iri saat itu.
Setahun berlalu tepatnya di tahun 2000 akhirnya saya duduk dikelas 1 SD Watallipu, saat itu aku juga ditekankan untuk tetap mandiri oleh orangtuaku, saya termaksud siswa yang pandai dikelasku hal itu dapat dilihat dari rangkingku dan waktu itu juga saya mewakili lomba membaca sekolahku pada saat masih kelas 1. Selama saya sekolah di SD hal yang membanggakan yaitu saya tidak pernah melewati Rangking 3 dan paling sering rangking satu dan juga saat kelas 4 saya pernah mewakili sekolahku cerdas cermat IPA dan alhamdulillah saya juara 1 dan lomba selanjutnya saya harus rela dengan juara 2 ku,saat itu aku termaksud siswa yang super aktif disekolah, ini membuktikan bahwa didikan orangtuaku berhasil karena dibalik semua itu peran orangtua sangat mendukung. Disisi lain, yang sebenarnya baru terpikirkan sekarang yaitu betapa bahagianya orangtuaku saat itu melihat prestasiku.
Lulus Di SD saya melanjutkan dijenjang selanjutnya. SMP di salah satu sekolah didekat rumah yaitu SMPN 1 Donri-donri saya diterima dikelas yang tidak termasuk kelas terbaik saat itu disebabkan karena nilai ujian nasionalku masih kalah tinggi dengan siswa lain. Namun saat semester 2 aku berhasil menerobos masuk dikelas terbaik itu, namun tidak bertahan lama. Saat itu aku terlempar keluar dari kelas terbaik saat naik kelas 3. Masa keemasanku mulai menurun saat aku mulai mengenal dunia remaja yang menyenangkan dan mengabaikan akademikku. Saat itu saya lebih aktif dikegiatan organisasi SENI dan Pramuka. Dalam organisasi seni kelompok seni saya dinamai Dengan sebutan sanggar Seni Nagauleng, saya dan teman-teman sering kedaerah-daerah untuk performance, sering juga kami mengikuti lomba-lomba, saat itu saya biasa sebagai pengiring(pemain alat musik tradisional), penari, penyanyi dan pernah bermain drama. Di kegiatan pramuka aku juga tak kalah aktif di kegiatan tersebut, dikarenakan yang menjadi panitia adalah orang-orang yang sudah kukenal sebelumnya, aku memang termaksud orang yang pergaulannya luas saat itu.
Masa putih abu-abuku kuhabiskan di salahsatu sekolah kejuruan yang cukup bahkan sangat terkenal didaerahku, SMKN1 Watansoppeng dengan jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Saya diterima dikelas TKJ 3, sangat menyenangkan karena mata pelajaran produktifnya dominan praktek, memang aku sangat tidak menyukai hal-hal yang berbau teori. Pengalaman organisasiku saat itu kurang baik, saya hanya mengikuti SISPALA dan SENI MUSIK namun tidak terlalu aktif. Pada tahun 2009 saya melakukan praktek kerja industri di Amar Computer yang terletak dikabupaten Wajo selama 4 bulan. Setelah itu aku mulai tidak peduli dengan organisasi dan memilih lebih fokus keujian nasional dan alhamdulillah aku lulus dengan nilai yang baik ditahun 2011.

Sispala Smkn1 Watansoppeng

Setelah lulus SMK saya sempat mendaftar SNMPTN dengan pilihan jurusan Teknik Informatika di UNHAS, Teknik Informatika UIN dan Ilmu Perpustakaan di UIN namun Lulusnya di Ilmu perpustakaan, saat itu saya sangat tidak puas karena ilmu perpustakaan itu adalah pilihan orangtua. Setelah berdebat kecil dengan orangtua akhirnya beliau mengizinkan untuk mendaftar di jurusan yang kuinginkann namun sayangnya pendaftaran untuk semua PTN sudah tertutup, beliau sempat menawarkan untuk kuliah di daerahku sendiri namun aku menolak dengan alasan kecewa.
Tahun 2012 saya mengikuti tes SNMPTN berbekal Bimbel online aku berhasil lulus di UNM jurusan PGSD yang merupakan pilihan pertama, namun lagi-lagi jurusan tersebut adalah rekomendasi orangtuaku, yang sebelumnya saya memilih Pendidikan Teknik Informatika dan komputer di UNM dan Manajemen di UNHAS. Meskipun agak kecewa bahkan sempat tidak mau mendaftar ulang dijurusan PGSD namun aku mencoba ikhlas dan mencoba menjalaninya. sekarang aku kuliah diUNM jurusan PGSD tepatnya dikelas M1.3, awalnya memang terasa berat dan terkadang aku iri jika melihat mahasiswa dengan jurusan teknik Informatika namun sekarang semuanya baik-baik saja, aku berhasil melewati fase tersulit dalam hidupku saat itu, dimana kejenuhan menguasai hatiku akan sebuah pilihan yang dulu menurutku itu kurang menarik. Keberhasilanku melewati fase sulit itu karena teman-teman yang baik dikelas, lingkungan kampus yang menyenangkan dan para senior dari sebuah organisasi yang banyak mengenalkanku tentang dunia Islam yang dulunya tak terhiraukan olehku. Terima kasih atas semua kegagalan yang membuatku tegar dan mengerti arti sebuah menghargai sesuatu dan kini aku adalah Mahasiswa yang nantinya insya allah berganti gelar menjadi pengajar..
Salam hangat buat calon pengajar ..

We are M1.3 PGSD FIP UNM 2012

Sebuah Keinginan…
Dulu waktu masih duduk disekolah dasar saya bercita-cita jadi seorang penulis, Artis, pelukis dan Desainer namun ketika ditanya tentang cita-cita saya disekolah aku selalu saja menjawab ingin menjadi guru, entah kenapa kata guru itu lebih mudah saya ucapkan. cita-cita itu satu persatu menghilang saat SMP saya ingin menjadi pelukis dan penulis saja namun sejak SMK Cita-cita awal itu akhirnya menghilang dan tergantikan akan keinginan untuk menjadi seorang Teknisi handal ini karena saat itu jurusanku adalah Teknik komputer dan jaringan. Namun saat ini keinginan awal itu kembali.. Penulis, itulah menjadi cita-cita yang ingin kuwujud saat ini disamping menjadi seorang pengajar. Aku berusaha mengikuti kegiatan kampus yang berhubungan dengan menulis. Profesi penulis memiliki banyak artian lagi, apakah seorang penulis fiksi, opini dan lain-lain. Aku lebih memilih menjadi seorang penulis Skenario film karena kecintaanku pada dunia film, drama, pokoknya dunia akting. Aku sangat prihatin dengan nasib perfilman indonesia saat ini yang lebih mengutamakan kuantitas daripada kualitas, meskipun sebenarnya masih ada film yang bermutu namun sepertinya lebih dominan yang menurut saya tidak layak untuk dikomsumsi oleh masyarakat umum, aku berkeinginan membuat film yang bertema religius yang mampu menyadarkan, memperlihatkan kekuatan dan kebenaran sebuah agama yang benar yaitu ISLAM sehingga tidak ada lagi yahudi didunia ini dan tentunya tercipta sebuah dunia yang damai dan tentram meskipun itu terdengar mustahil namun dengan cara itulah aku berdakwah dan menyampaikan sebuah amanat dari sang pencipta. Selain itu keinginanku untuk menjadi seorang penulis adalah tantangan tersediri buat saya karna menulis itu harus butuh kesabaran ekstra dan harus banyak-banyak membaca untuk menambah wawasan yang menjadi penentu kualitas dari tulisan yang kita buat hal ini karena saya termasuk orang yang sangat malas membaca.
Kendala saya untuk mewujudkan impian saya menjadi seorang penulis yaitu karena faktor kemalasan dalam membaca, seperti yang telah dijelaskan diparagraf sebelumnya, membaca adalah salah satu faktor pendukung untuk menjadi seorang penulis profesional karena dengan membaca pembendaharaan kata-kata kita akan lebih banyak dan tentunya banyak informasi dan pengetahuan baru yang bisa kita tuangkan dalam tulisan namun jika faktor terpenting itu terabaikan, dapatkah aku mewujudkan impianku? Bisa, tapi butuh keajaiban namun bagiku tidak tidak keajaiban lagi diduniaku yang ada hanya sebuah kerja keras!! Yahh HARD WORK .. intinya tidak ada kesuksesan tanpa sebuah kerja keras..
Tugasku saat ini adalah melawan rasa malas itu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s