Mahasiswa di Tahun Politik

0

Tahun 2014 disebut-sebut sebagai “tahun politik” khususnya di Indonesia, karena setelah 5 tahun berlalu kembali Indonesia menyelenggarakan pemilu yang akan dilaksanakan di bulan April mendatang. Kini Indonesia dari kota besar hingga di pelosok desa disulap menjadi negara seribu wajah, dimana setiap sudut dan sisi jalan dihiasi oleh poster/ baliho para kandidat caleg dan capres beserta dengan slogam andalannya. Bukan hanya itu, bahkan di media massa dan online tak luput dari kampanye para kandidat. Bantuan-bantuan tengah gencarnya dialirkan kepada masyarakat dengan berharap meminta dukungan, pemandangan seperti ini juga terjadi di dunia kampus, dimana mahasiswa di berikan beasiswa atau sejenisnya.

Lagi-lagi mahasiswa, sedikit berbagi pendapat berdasarkan fakta yang terindra selama kurun waktu beberapa tahun ini yakni yang membedakan zaman sekarang dengan zaman orde baru hanya satu, dulu media masa dibungkam habis-habisan tetapi di era 2000 sampai sekarang bukan media masa yang dibungkam tapi MAHASISWA, dengan memberi bantuan BIDIK MISI, beasiswa, target dan harus lulus 4 tahun, karena orang” picik tahu hanya MAHASISWA lah yg bisa menghancurkan kekuasaan politik mereka. Hal ini semakin membuat kita yakin bahwa peran mahasiswa sangatlah diperlukan dalam melakukan perubahan yang hakiki di era kapitalis ini, sesuai dengan perannya sebagai “agent of change”. Namun sepertinya julukan tersebut hanya dijadikan sebagai suatu semboyan yang mampu meninggikan seorang mahasiswa ditengah masyarakat, tanpa ada perwujudan nyata. Meskipun demikian kebanyakan mahasiswa yang enggan untuk terlibat dengan aktivitas politik, baginya cukup untuk belajar dengan rajin dan siap untuk mengabdi kepada masyarakat kelak. Namun  lagi-lagi perubahan yang dilakukannya  hanya bersifat parsial semata, padahal masalah yang terjadi dalam negara ini adalah masalah yang besar dan butuh perubahan yang besar pula.

Mahasiswa pada dasarnya sadar atau tidak mereka sudah terlibat dalam aktivitas politik. Politik, bagi masyarakat dipandang negatif yakni upaya untuk meraih kekuasaan. Namun pada hakikatnya politik adalah aktivitas mengurusi urusan umat. Mahasiswa baik itu dari jurusan pendidikan, ekonomi, kesehatan dan sebagainya diakhir studinya juga pasti menginginkan terjun langsung ke masyarakat, dengan kata lain mengabdi kepada masyarakat. Tentunya ini juga merupakan aktivitas politik jika kita kembali kepada makna politik yang sebenarnya.

Menyikapi tahun pemilu mahasiswa terkesan apatis dalam hal ini, sikap pragmatisnya seakan dijadikan peluang oleh para elit politik untuk memperbanyak dukungan suara di ranah pemilu mendatang. Hanya dengan sedikit pendekatan baik berupa pencitraan maupun sedikit bantuan berupa bantuan finansial dalam ranah pendidikan seperti yang dipaparkan sebelumnya. Meski tidak semua mahasiswa demikian namun masih saja sikap pragmatis tersebut mendominasi wajah mahasiswa  di tahun politik ini.

Bagaimana seharusnya mahasiswa menyikapi pemilu dengan perannya sebagai “agent of change?”

Atmosfir panasnya pemilihan 2014 ditambah dengan besarnya angka golput tiap priode yakni mencapai 40%, jumlah suara sah mencapai 20.115.423 dan suara tidak sah mencapai 598.356 sehingga total jumlah suara sah dan tidak sah adalah 20.713.799, artinya 63% saja yang ikut pemilu dan 37% yang golput. (Kompas.com/2014). Hal ini membuat parpol baik islam atau bukan memikirkan bagaimana cara agar partai mereka gol dibabak pemilihan nanti. Mengapa parpol tetap semangat dalam mengkampanyekan partainya padahal sudah cukup banyak bukti kebobrokan partainya yang korup atau keburukan lainnya yang membuat rakyat gerah dengan kebijakan yang mereka buat. Katanya dari rakyat untuk rakyat, tapi tetap saja menyengsarakan rakyat dengan kebijakannya. Penyebabnya adalah karena gaji anggota DPR yang bisa membuat seseorang hidup mewah, serba berkecukupan. Bahkan meski tidak pernah masuk kerja pun masih tetap menerima total gaji besarnya antara Rp. 51,5 juta sampai dengan 54,9 juta tiap bulannya. (Jakarta-kabarNet). Mengenai besaran gaji dan hak-hak anggota DPR untuk periode 2009-2015 yang diatur sesuai Surat Edaran Setjen DPR RI No. KU.00/9414/DPR RI/XII/2010 tentang gaji pokok dan gaji tunjangan anggota DPR tertulis sebagai berikut :

  1. Gaji pokok anggota DPR Rp. 4,2 juta
  2. Tunjangan jabatan Rp. 9,7 juta
  3. Tunjangan istri Rp. 420 ribu
  4. Tunjangan anak Rp. 168 ribu
  5. Tunjangan beras Rp. 198 ribu
  6. Tunjangan pajak penghasilan Rp. 1,7 juta
  7. Tunjangan sidang Rp. 2 juta

Dari gaji pokok dan tunjangan dasar anggota DPR diatas, maka uang yang dapat dibawa pulang kerumah mencapai Rp. 16 juta per bulan, ditambah lagi dana yang besar untuk jalan-jalan keluar negeri.  Mengetahui fakta tentang hidup mewah yang mereka dapatkan dari gaji yang sangat besar nominalnya, namun tetap saja mereka masih juga korupsi. Ini disebabkan karena setiap orang yang berkomitmen untuk menjadi capres atau yang lainnya wajib mengikuti permainan pemilu dalam sistem demokrasi. Menurut pengamat politik, charta Politika ada tiga faktor yang memulai semua ini menjadi kacau yakni:

  1. Dalam sistem demokrasi mewajibkan setiap calon untuk dipilih secara langsung, dengan demikian tiap parpol harus rela mengeluarkan dana yang besar untuk mengkampanyekan dirinya di berbagai daerah agar rakyat mengenalnya. Tentu dana yang diperlukan tidaklah sedikit, bukan?
  2. Munculnya iklan di TV yang menjadi alat efektif untuk mempengaruhi pemilih dan jangkauannya luas. Butuh biaya yang besar juga bukan?
  3. Pencitraan personal yang bertujuan menarik hati rakyat agar memilihnya dengan cara membagikan bantuan  entah itu berupa uang atau yang lainnya. Apalagi menjelang pemilu banyak bencana alam yang menimpa tanah air, tentu ini menjadi peluang bagi mereka untuk menggencarkan aksi pencitraan personalnya demi menarik simpati rakyat.

Pertanyaannya. Darimana dana itu diperoleh?…..

Ternyata dana dihabiskan mulai dari 300 milliar bahkan bisa lebih dari itu. Pertanyaan yang simpel, siapa di balik tim sukses para parpol ini? Baik parpol islam maupun bukan? Dana tersebut berasal dari pemilik modal (pengusaha), baik itu dari pihak asing. Ada perusahaan rokok, miras, tambang, perusahaan kondom, dll.  Peran pengusaha ini sangat besar, ia tim sukses yang paling besar jasanya. Maka ketika partai yang bekerja sama dengan perusahaan tertentu ia berhasil menjadi pejabat negara, baik legislatif, eksekutif akan membuat berbagai kesepakatan. Kesepakatan itu baik langsung atau tidak yaitu dengan jalan dibuatnya undang-undang yang pasti menguntungkan pihak perusahaan  yang membantunya membentuk proyek-proyek, menghilangkan pembayaran pajak pada pemilik modal tadi, membuat UU yang menguntungkan pemilik modal yang telah membantunya. Jadi wajar jika pemerintah tidak lagi menghiraukan suara dan kepentingan rakyat dan malah mengutamakan pemilik modal, jadi dalam sistem demokrasi kekuasaan berada ditangan pemilik modal. Pemilik modal yang berkuasa.

Ketika menjabat selama 5 tahun tentu yang mereka pikirkan adalah bagaimana cara mengembalikan modal dengan cepat, karena 5 tahun itu sangat singkat untuk menjabat. Apakah gajinya cukup untuk menutup modal yang keluar selama kampanye? Jelas tidak. Cara singkatnya adalah korupsi di proyek-proyek atau menerima suap dari berbagai pihak untuk untuk menggolkan kebijakan yang diiinginkan tanpa melihat itu menguntungkan rakyat atau tidak, karena pada dasarnya mereka menjabat sangat tergantung tim suksesnya, yakni pemguasa.

Sebagaimana fakta diatas kita dapat simpulkan bahwa semua ini adalah permainan demokrasi yang memaksa calon pejabat negara bermain kotor bahkan menghianati rakyat. Jika memang tidak salah sistemnya, lantas kenapa partai islam juga terdorong untuk korupsi? Ketika kita sudah tahu fakta bahwa yang rusak adalah sistemnya, maka siapapun yang menjadi pejabat negara, baik itu orang alim jika masih menggunakan sistem yang sama (demokrasi) tidak akan ada perubahan yang lebih baik, bahkan orang yang baikpun akan menjadi buruk tingkahnya setelah berkecimpung di dalamnya. Sebagai mahasiswa harapan umat, kita tidak boleh salah melangkah dalam hal ini, kita harus memiliki pemikiran yang sama bahwa “tidak ada harapan bila demokrasi diterapkan”. Kesenjangan antara si kaya dan si miskin akan terus terjadi, pendidikan dan kesehatan mahal, kebijakan penguasa yang menyiksa rakyat dan tidak ada kesejahteraan dalam hidup.

Satu-satunya solusi adalah kembali menerapkan syariah Islam dalam bingkai negaranya yakni Khilafah, sebagaimana yang telah di contohkan oleh Rasul. Sudah saatnya demokrasi kita gantikan dengan sistem islam. Sebagai mahasiswa kita harus bergerak cepat untuk menciptakan revolusi karena kita adalah magnet revolusi yang akan mengetuk panggung revolusi. Tidak ada revolusi dalam sistem, maka dari itu ciptakan revolusi. Ganti sistem Demokrasi dengan Sistem Islam dengan KHILAFAH, maka sesungguhnya kesejahteraan yang hakiki akan diperoleh.

Kita tidak akan selamat di dunia ini bila hukum Allah SWT dicampakkan ! Tidak pula sejahterah sebelum ide-ide selain Islam dicampakkan! Tidak akan selamat sebuah negeri bila sistem rusak diadopsi!….

 

Sumber : Ldkfosdikalumdahunm.blogspot.com

 

Cerita AL-Qur’an

0

Aku, kalian (manusia) bersama waktu
Berjalan beriringan di dunia yang kalian sering dilenakan
Namun suatu saat, entah..Kalian yang meninggalkan waktu (kematian)
Atau waktu yang akan berhenti (akhirat)
Dan hanya aku yang kekal bersama kalian, jika kalian tak mengabaikanku sebelumnya.

Namun aku tak bisa hanya cukup menyimpan semua ceritaku
Tentang kalian yang menjadikanku pajangan di sudut ruangan bersama debu
Tak tersentuh apalagi dibaca padahal aku berisi segala kebaikan untukmu.
Berhenti menjadikan rumah kalian gelap layaknya kuburan
Yang tak pernah terdengar bacaan AlQuran dari penguninya.

Menyentuhku enggan apalagi membacanya
Lisannya tak lagi basah dengan melafazkanku
Mereka, ada yang bersamaku diwaktu luangnya saja dikala sedih hatinya,
Namun setelahnya kembali mengabaikanku.
Ada juga yang setiap kondisi membacaku
Dan melaksanakan yang diperintahkan oleh Allah SWT di dalamnya
Namun masih saja menafikkan sebagian dari kebaikan yang kubawa dariNya.

Mengapa begitu miris melihat fenomena ini?
Dibelahan bumi lain ada sekelompok dari kalian yang menjual murah ayat-ayat Allah SWT
Yang tertuang dalam tubuhku, ada pula yang mengubah maknanya bahkan tega membakar
Dan menginjak-nginjak aku yang berisi perkataan Allah SWT.
Dan kalianpun mengabaikanku.
Sungguh kalian tlah menganggap hina sesuatu yang seharusnya
Menjadi pedoman hidup kalian,
Maka jangan heran jika berbagai kerusakan terjadi di muka bumi
Tidakkah kalian sadar itu?

Ikut-ikutan budaya kafir kelak akan diusir dari telaga nabi

0

Dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ
“Pasti kamu akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kalian sejengkal-demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sampai jika mereka itu masuk ke lubang biawak (lubang sangat sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Sebagian ulama menyebutkan, bahwa ikut-ikutan umat kepada Yahudi dan Nasrani dalam masalah keagamaan. Sedangkan ikut-ikutan kepada Persia dan Romani dalam urusan keduniaan, seperti politik, ekonomi, kehidupan sosial, dan lainnya.
Fenomena umat yang gemar berimitasi dan membebek kepada orang kafir tidak lepas dari hilangnya jati diri keislaman mereka dan lemahnya kebanggaan terhadap agamanya. Ini disebabkan karena lemahnya umat dan keterbelakangan negara-negara muslim dalam bidang ekonomi dan social. Di sisi lain, kondisi negara-negara kafir yang maju dalam berbagai bidang membuat mereka silau.

. . . umat yang menyimpang dari kebenaran Islam, merubah dan menyimpangkannya lalu membenarkan yang batil dan mengikutinya adalah akan diusir dari telaga Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam nanti di akhirat. . .

[PurWD/voa-islam.com]

Akibat Buruk Ikut-ikutan Budaya Kafir
Akibat buruk yang menimpa umat yang menyimpang dari kebenaran Islam, merubah dan menyimpangkannya lalu membenarkan yang batil dan mengikutinya adalah akan diusir dari telaga Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam nanti di akhirat. Yaitu saat orang-orang yang istiqamah minum darinya untuk menghilangkan dahaga mereka yang sangat. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ فَمَنْ وَرَدَهُ شَرِبَ مِنْهُ وَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ لَمْ يَظْمَأْ بَعْدَهُ أَبَدًا لَيَرِدُ عَلَيَّ أَقْوَامٌ أَعْرِفُهُمْ وَيَعْرِفُونِي ثُمَّ يُحَالُ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ قَالَ إِنَّهُمْ مِنِّي فَيُقَالُ إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا بَدَّلُوا بَعْدَكَ فَأَقُولُ سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ بَدَّلَ بَعْدِي
“Aku adalah pendahulu kalian menuju telaga. Siapa saja yang melewatinya, pasti akan meminumnya. Dan barangsiapa meminumnya, niscaya tidak akan haus selamanya. Nanti akan lewat beberapa orang yang melewati diriku, aku mengenali mereka dan mereka mengenaliku, namun mereka terhalangi menemui diriku.” Beliau melanjutkan, “Sesungguhnya mereka termasuk umatku.” Maka dikatakan, “Sesungguhnya kamu tidak mengetahui perkara yang telah mereka rubah sepeninggalmu.” Kemudian aku (Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam) bersabda: “jauhlah, jauhlah! bagi orang yang merubah (ajaran agama) sesudahku.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Fenomena merubah agama dan meninggalkan agama Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah mengikuti musuh-musuh Allah Ta’ala dalam perkara besar dan kecil. Lebih parah hal ini diberi slogan atas nama modernitas dan kemajuan, kebudayaan dan peradaban, atas nama HAM dan persaudaraan, dan slogan-slogan menipu lainnya.
Umat Islam yang masih lurus dan memiliki kecintaan tinggi kepada agamanya berusaha menetralisir racun yang sudah menyebar di tubuh umat. Mereka memberikan pencerahan dan penyadaran. Harapannya, umat sadar dan tahu akan kekeliruannya. Supaya mereka kembali kepada ajaran agamanya dan manjauhkan diri dari tradisi dan budaya kafir, khususnya yang memiliki hubungan dengan ritual keagamaan mereka, seperti perayaan tahun baru dan semisalnya.

Haluan

0

Detik-detik menjelang 6 Oktober 2013 (11.43 PM)

Sikuning bundar berisi udara itu mengangguk tersenyum kepadaku setelah seharian ia diterbangkan oleh angin, Ia memberikan kesenangan tersendiri bagi siapapun jiwa polos yang memilikinya atau bahkan melihatnya saja. Namun tidak bagiku. Sekarang. Namun dulu juga demikian, tapi buka itu yang ingin disampaikan penaku dipertengahan malam dalam serangan kantuk yang tiada ampun. Ini hanya sekedar ambisiku… Disaat aku mengubah arah perahu kertasku bergayuhkan pena menuju kesebuah pulau harapanku..

Saat kumengubah arah hidupku disaat itu pula hidupku mulai keluar dari segala zona yang menjebak, saya sering teringat mantra yang seseorang (bukan dukun:D) sugestikan padaku waktu resmi menjadi mahasiswa baru “Keluarlah dari zona nyamanmu” sampai saat ini mantra itu masih sering kugunakan untuk melawan sihir-sihir jahat yang sering dilemparkan padaku melalui bisikan-bisikan terkutuk. Tapi jujur sekarang rasanya mantra itu tidak sesakti dulu lagi, entah karena telah tergilas oleh zaman, tersalip oleh mantra2 yang baru, atau kekuatan sihir yang akhir-akhir ini menyerangku semakin kuat?.Yahh..kira-kira itulah sederet alasan yang saya cukup sedikt kurang rasional :p . Namun faktor lain yang sangat tidak rasional adalah ketika mantra itu keluar dari lisan yang tak tersetujui oleh setiap persedian perasaanku, yahh hanya perasaan. Tak usah dirisaukan karena perasaan hanyalah sebuah perasaan yang harus dikendalikan bukan untuk mengendalikan atau memperbudak si empunya perasaan…

Arah hidupku yang telah berlayar melawan ombak kehidupan membuatku semakin yakin dan sadar bahwa kutemukan diriku yang sebenarnya. Setelah dulu aku bagai seekor plankton yang bergerak mengikuti aliran air kehidupan, seperti ilalang yang dipermainkan oleh hembusan angin kehidupan, namun itu dulu setelah aku belum menemukan setitik cahaya yang akan menemaniku melewati labirin kehidupan yang tak bercahaya hingga kutemukan apa tujuan hidupku, yakni Ridhomu ya Allah dengan tempat untuk bersua denganMu dan kekasihMu dan para sahabat seperjuangan yang telah aku ikuti jejaknya saat ini. Yah, sekarang ini kumantapkan hatiku untuk menjadi seorang muslimah sejati yang tidak hanya mengenal fashion dan aktivitas memburamkan dunia islam lainnya. Aku sebut diriku sebagai kunang-kunang bercahaya matahari, namun matahari yang menerangi hati setiap insane untuk melakukan perubahan dimuka bumi dengan menerapkan agama Allah disegala persedian kehidupan, bukan hanya sekedar ritual semata. Pengemban Dakwah, begitulah para aktivis dakwah menggelarkan dirinya…

Aku baru merasakan lezatnya menjadi seorang aktivis dakwah, dimana setelah berjuang menyampaikan dan mengajak kepada kebenaran disamping itu kepribadian kita pun harus sesuai dengan apa yang kita dakwahi, dengan menyantap beberapa ilmu islam sebagai asupan untuk dakwah namun rasa kenyang itu tak pernah menghampiri, maka dari itu belajar dan terus belajar … tapi dibalik itu puing-puing ketakwaan selalu bertambah dengan dakwah sebagai tiket untuk melewati pintu untuk memasuki Surga-Mu.. Tak bermaksud sombong atau sejenisnya namun saya hanya ingin mengungkapkan kenikmatan tersendiri sebagai seorang pengemban dakwah agar tak ada yang ragu untuk menjadi seorang pengemban dakwah, karena sesungguhnya kewajiban untuk menyampaikan kebenaran bukan hanya mereka para penasehat agama, ustadz/ah but seluruh manusia yang mengakui Muhammad SAW sebagai rasulnya, Al-Quran sebagai pedomannya, Islam sebagai kepercayaannya dan yang paling utama Allah SWT adalah Tuhannya….

Ingat.. kalo hukumnya wajib, berdosa kalo gak dikerjakan 

Ibaratkan sebuah rumah, untuk memasukinya kita harus melewati taman/halamannya dulu sebelum memasukinya, sama halnya dengan Surga untuk memasukinya sempatkanlah diri anda untuk mampir ditaman-taman surga yakni majelis ilmu. Menuntut ilmu islam, bergabung dengan kelompok yang memperjuangkan agama Allah untuk memperkuat barisan dakwah untuk menghancurkan pemikiran-pemikiran yang mendustakan agama Allah…

Yukk Belajar Islam

Keterikatan Hukum Syara’

0

Terkadang.. bahkan kadang-kadang dalam menjalani hidup seseorang berlomba-lomba mengumpulkan pahala dengan perbuatan kebaikan/ibadah, tanpa mengetahui apakah ibadahnya diterima atau tidak. Ihsanul amal( amal yang baik) merupakan amalan yang InsyaAllah diterima oleh Allah SWT. setidaknya ada dua syarat agar amal kita diterima Allah SWT. syarat yang harus dipenuhi yaitu :
1. niatnya benar, ikhlas karena Allah semata
2. caranya benar, tidak melanggar sayriah islam
jika salah satu dari kedua syarat ini tidak terpenuhi maka merupakan pertanda amal kita tidak diterima. ihsanul amal ini didasarkan pada perbuatan Rasulullah saw. Rasulullah tidak pernah mengajarkan kepada kita untuk berniat bukan kepada selain Allah dan beribadah tidak sesuai dengan tuntunan syariah islam. untuk memperdalam pemahaman sebaiknya kita simak uraian dibawah ini.
Niat benar, cara salah
seseorang ingin bersedekah dengan niat untuk mendapat ridha Allah SAT (niat benar )namun bersedeka dengan harta curian (cara salah) . kalau kita perhatikan lebih jauh bersedekah niatnya benar karena Allah. Allah menganjurkan bagi hambanya untuk bersedekahdalam firman-Nya :
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. (QS. Ali Imran: 133-134)
namun bersedekah dengan harta yang diPeroleh dari hasil curian dalam islam tidak diperbolehkan dalam firman_Nya :
Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,” (al-Maaidah: 38).
jadi, jika niat benar dan cara salah maka ibadah kita tidak akan diterima.

Niat benar, cara salah
sangat benar sekali jika seseorang shalat asyar empat rakaat (caranya benar) namun ternyata niat orang itu bukan karena Allah tapi karena ingin dilihat sebagai seorang yang ahli ibadah atau ingin dikatakan sebagai seorang yang taat (Niatnya salah) maka ibadah yang seperti ini juga tidak diterima
Niat benar, cara benar
seseorang yang ingin berpuasa dibulan ramadahan dengan niat untuk menjalankan perintah Allah (niat benar. sebagaimana dalam firman_Nya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS Al-Baqoroh (2):183)
dan dia pun berpuasa dengan ketentuan yang telah diberikan (cara benar). tidak makan dan minum dan hal-hal yang membatalkan puasa, berpuasa mulai terbit fajar (subuh) sampai matahari terbenam waktu maghrib)

Al-Quran Pedoman Hidup

0

Al-Quran adalah pedoman hidup umat islam, yah Al-Quran pedoman hidupku. Begitu mudah terucap oleh lisan setiap insan yang mengaku beragama islam namun pengaplikasian dari pengakuannya tidaklah nampak. Tidak sedikit umat islam yang hanya menjadikan alquran sebagai pajangan yang dibaca sekali-kali bahkan tidak pernah. Adapula yang rutin setiap hati membacanya namun sama sekali tidak mengetahui maknanya, bahkan ada yang tahu betul makna setiap ayat yang dikandung dalam alquran namun tidak menjadikan alquran sebagai panduan hidunya. Sejatinya manusia, baik yang beragama maupun diluar islam yang hidup namun tidak menjadikan alquran dan As-sunnah sebagai pedomannya dalam segala aspek kehidupannya baik itu dalam berpakaian, pendidikan, ekonomi, berintraksi sosial dan sebagainya maka sesungguhnya mereka hidup di zaman kegelapan, yah.. mereka masih gelap karena tidak adanya cahaya. Bisa kita bayangkan jika hidup didunia ini tanpa adanya cahaya, pasti gelap gulita, penghuni bumi akan tersesat dan celaka karena tak mampu melihat apa yang disekelilingnya. Sama halnya jika tidak menjadikan alquran sebagai pedoman dalam hidup karena alquran merupakan cahaya dan petunjuk, sesungguhnya Allah SWT yang menciptakan kita jauh lebih tahu semua yang terbaik untuk kita, bukankah pencipta itu pasti mengetahui semua tentang ciptaannya. Semua peraturanNya dituangkan dala Alquran dan Assunah yang pasti akan menyelamatkan manusia.
Potret buram umat Islam diera moderen ini, kebanyakan hanya menjadikan Islam sebagai agama ritual semata yang hanya ada di mesjid dan acara pengajian saja, sempit sekali mereka memandang Islam, jika memang seperti itu adanya apa bedanya Islam dengan agama lain? Mengapa mereka memilih Islam sebagai agama? Apakah keislamannya muncul karena faktor keturunan dan ketentraman jiwa tanpa adanya kesadaran bahwa islamlah agama yang benar. Alquran menjawab semua kekhawatiran umat manusia, maka jangan pernah ragu untuk melakukan suatu kebaikan, karena ketika kita ingin melakukan suatu kebaikan, maka syetan pun dengan gencarmu mulai berbisik tentang kewaspadaan. Misalnya, ketika kita melihat seseorang bermaksiat, pacaran, berpakaian tidak syar’i maka jangan ragu untuk menasehati karena kewaspadaan, keragu-raguan, ketidakenakan, malu, takut dan sebagainya adalah bisikan syetan yang bisa menghalangi kita dan menyurutkan langkah kita untuk menasehati saudara(i) kita.
Rasulullah saw. Bersabda :
Orang yang terbaik diantara kalian adalah orang yang mempelajari al-Quran dan mengajarkannya. (HR. Al-Bukhari dari Utsman bin Affan r.a)

Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan akan diabalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan bahwa “Alif lam mim” adalah satu huruf. Akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim juga satu huruf. (HR. At-Tirmidzi dari Abdullah bin Mas’ud dan hadits ini shalih)

Orang yang mahir dengan al-Quran akan bersama-sama dengan rombongan malaikat yang mulia dan senantiasa berbuat baik. Dan orang yang membaca Alquran tapi tebata-bata dan sangat berat baginya, ia akan mendapatkan dua pahala. (HR. Muslim dari Aisyah, Ummul Mukminin. r.a)
Demikian telah dipaparkan tentang keutamaan Alquran, dan orang yang mahir membaca alquran maka ia adalah temannya malaikat dan senantiasa berbuat baik. Dan orang yang tidak menghafal satupun ayat dalam Alquran maka ia di ibaratkan sebagai rumah yang akan roboh. Orang seperti ini tidak bisa dijadikan sebagai teman curhat atau pemberi solusi dan pelindung, sebagaimana rumah yang akan roboh tidak akan bisa melindungi penghuninya malah justru akan menambah ketakutan bagi penghuninya. Selain membaca al-quran tentu kita harus mengamalkannya karena sejatinya orang yang mengamalkan alquran jauh lebih besar pahalanya dari pada hanya sekedar membacanya. Diakhirat kelak Alquran akan senantiasa menjadi pembela maka dari itu bacalah Al-quran. Tempat kita diakhirat kelak ditentukan oleh banyak bacaan Alquran kita.
Al-Quran adalah kitab yang menjadi pembela dan bisa diminta pembelaan, ia adalah kitab yang mahir dan mushaddaq. Siapa saja yang menjadikan al-quran ada didepannya, maka ia akan menuntunnya kesurga. Tapi siapa saja yang menjadikan Al-Quran dibelakangnya, maka ia akan mengiringinya ke neraka.

Arah Perjuanganku, Syariah dan Khilafah

0

3 Maret 1924 oleh kemal Attartuk khilafah dibubarkan, atas nama Dewan Agung Nasional Turki agen Inggris keturunan yahudi ini mengubah turki menjadi republik dengan asas sekularisme. Khilafah dibubarkannya karena dianggap diktator, korup dan berbagai tuduhan keji lainnya, selain itu ia menganggap hukum syariah kuno dan tidak manusiawi. Padahal islamlah yang membuat turki dulunya sejahtra. Hingga sekarang bangsa-bangsa didunia tidak ada yang menganut sistem islam, kapitalisme telah mencapai puncak keemasan yang senantiasa melahap habis keringat rakyat untuk memperkaya mereka yang bersekutu dengannya. Negeri-negeri hunian umat muslim kini terpecah belah dengan ditanamkannya paham nasionalisme dan puluhan negara masih menjadi negara jajahan bangsa barat. Berkat sistem kapitalisme muslim diberbagai negeri ditindas, dianiaya bahkan dibantai, kemiskinan merajalela, kebobrokan akhlak generasi penerus bangsa dan masalah ekonomi, pendidikan dan masih banyak lagi ulah sistem kapitalisme yang merupakan induk dari sekularisme. Inilah akibat dari runtuhnya khilafah, adapun khilafah yang senantiasa akan menjamin keamanan rakyat dan menjaga keutuhan dari kesatuan negeri-negeri islam, hal ini pernah dicontohkan oleh rasul dalam posisinya sebagai kepala negara didaulah Islam di Madinah.
Khilafah Islam terbukti telah berhasil menyatukan umat manusia dari berbagai ras, suku, bangsa, warna kulit dan latar belakang agama dalam satu naungan daulah, sehingga terciptanya kesejahtraan. Semua yang dijanjikan oleh sistem kapitalisme sejatinya dapat dicapai dengan sistem Islam. Jadi, mengapa tidak untuk kita berjuang untuk menegakkannya kembali, mengibarkan panji-panji Allah swt di seluruh penjuru dunia.
Perjuanganku untuk mengembalikan kehidupan Islam dengan syariah dan khilafah !